Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesEarnWawasanSelengkapnya
Peringatan dari lembaga: Prospek saham AS pada 2026 optimis, namun tetap perlu waspada terhadap delapan risiko utama

Peringatan dari lembaga: Prospek saham AS pada 2026 optimis, namun tetap perlu waspada terhadap delapan risiko utama

格隆汇格隆汇2026/01/16 01:53
Tampilkan aslinya
Oleh:格隆汇
格隆汇1月16日|Menurut laporan terbaru dari analis Wolfe Research, Chris Senyek dan Adam Calingasan, meskipun mereka memiliki pandangan yang sangat positif dan konstruktif terhadap prospek pertumbuhan ekonomi dan imbal hasil pasar saham pada tahun 2026, mereka tetap mencantumkan beberapa risiko utama yang dapat merusak momentum pasar saat ini: 1. Peningkatan proporsi investor ritel: Sejak pandemi COVID-19, peningkatan jumlah investor ritel dapat menyebabkan volatilitas pasar yang lebih tajam dan meningkatkan kemungkinan koreksi cepat. 2. Rebound volatilitas pasar obligasi setelah periode kompresi: Saat ini, spread obligasi high-yield mendekati titik terendah dalam sejarah, sehingga investor mungkin menjadi kebal terhadap risiko. Begitu volatilitas kembali, hal ini dapat mengganggu aktivitas pasar modal. 3. Risiko terbentuknya gelembung di bidang AI: Meski saat ini AI belum sepenuhnya membentuk gelembung, namun besarnya pengeluaran di sektor AI, sifat perdagangan yang bersifat siklikal, serta ketergantungan yang meningkat pada penggalangan modal eksternal melalui utang, menjadi peringatan jangka panjang. 4. Defisit fiskal AS yang tidak berkelanjutan: Beban utang federal Amerika Serikat berada pada “jalur jangka panjang yang sama sekali tidak berkelanjutan”, dengan rasio utang terhadap PDB diperkirakan akan melampaui rekor tertinggi, sementara para pembuat kebijakan mungkin meremehkan dampak biaya bunga di masa depan. 5. Masalah kredit dan penyebaran kebangkrutan: Setelah beberapa kasus kebangkrutan besar terjadi pada tahun 2025, jika masalah kredit terus meluas, ini akan menjadi katalis penurunan bagi ekonomi dan pasar saham. 6. Leverage hedge fund dan pelonggaran regulasi keuangan: Peningkatan leverage pada multi-strategy hedge fund, ditambah dengan pelonggaran regulasi keuangan, dapat memperburuk penurunan pasar saat terjadi koreksi. 7. Pelemahan signifikan di pasar tenaga kerja: Jika data pekerjaan non-pertanian menunjukkan angka negatif atau tingkat pengangguran melonjak, investor akan beranggapan bahwa Federal Reserve terlambat dalam melonggarkan kebijakan, yang akan berdampak negatif pada pasar saham. 8. Geopolitik dan perbedaan kebijakan moneter global: Pada awal 2026 telah muncul tekanan seperti aksi militer AS di Venezuela dan protes di Iran. Selain itu, perubahan kebijakan yang tidak terduga oleh Bank of Japan dapat menyebabkan imbal hasil obligasi negara Jepang anjlok, yang pada akhirnya memicu reaksi berantai di pasar global.
0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!
© 2025 Bitget