Baru-baru ini, Alibaba merilis aplikasi mobile Qwen yang telah diperbarui. Sebagian besar pengguna melaporkan pengalaman yang menyenangkan.
Wu Jia, wakil presiden perusahaan untuk AI konsumen, memamerkan fitur aplikasi tersebut. Ia memesan 40 gelas teh susu melalui Qwen pada acara peluncuran.
Model bahasa besar (LLMs) Qwen milik Alibaba digunakan untuk mengembangkan aplikasi mobile ini. Perusahaan teknologi Tiongkok tersebut berupaya menciptakan antarmuka yang mudah digunakan melalui fitur agen AI-nya.
Setelah menghubungkan Qwen ke aplikasi seperti Taobao dan Alipay, pengguna dapat memintanya melakukan tugas seperti memesan minuman atau membayar tagihan, alih-alih harus menggeser layar berulang kali.
Selain itu, aplikasi ini mencakup Taobao Shangou untuk layanan pengantaran, Fliggy untuk perjalanan, dan Amap untuk peta. Semua layanan terintegrasi berada dalam jaringan konsumen luas milik grup.
Aplikasi Qwen menjalankan tugas harian dengan lancar
Alibaba menemukan 400 tugas dunia nyata harian yang dapat dikelola oleh aplikasi Qwen. Beberapa tugas tersebut termasuk memesan meja restoran dan memantau fluktuasi harga. Qwen tidak lagi sekadar chatbot. Ini adalah asisten virtual bertenaga AI yang siap melayani ratusan juta pengguna.
Konsumen memuji pembaruan ini. Mereka menyebut aplikasi Qwen sebagai kunci ke berbagai alat dan layanan AI milik Alibaba. Aplikasi ini membebaskan pengguna dari tugas panjang seperti membandingkan harga di berbagai penjual. Yang Tao, yang bekerja di sektor kendaraan energi baru di Nanjing, mengatakan bahwa memesan makanan melalui Qwen sangat mudah. Ia menambahkan bahwa aplikasi ini akan sangat membantu para lansia yang kesulitan menggunakan berbagai aplikasi.
Zhuang Shuai, pendiri dan kepala analis di Bailian Consulting, mengatakan bahwa aplikasi Qwen terbaru dari Alibaba dapat mengubah belanja online. Ia percaya bahwa e-commerce tidak lagi hanya bergantung pada klik atau harga. Sebaliknya, keberhasilan akan bergantung pada ketersediaan produk dan layanan yang cukup untuk dianalisis dan direkomendasikan oleh AI.
Morgan Stanley baru-baru ini memprediksi bahwa Qwen akan menjadi super-app AI yang komprehensif dan asisten kehidupan. Bank tersebut memprediksi bahwa aplikasi yang berorientasi pada konsumen (2C) dan Agentic AI akan mendominasi sektor AI tahun ini. Raksasa internet seperti ByteDance dan Tencent mempercepat peluncuran produk 2C mereka.
Google dan Walmart bekerja sama untuk membantu pengguna menemukan dan membeli produk dari supermarket AS menggunakan asisten AI Google, Gemini. Sebaliknya, aplikasi Qwen milik Alibaba menawarkan banyak layanan di luar sekadar belanja online.
Tujuan Alibaba untuk menjadikan aplikasi chatbot-nya sebagai asisten AI yang kuat dan mengubah cara orang menggunakan perangkat pintar tampaknya berhasil, kata para pengguna dan ahli. Qwen melampaui 100 juta pengguna aktif bulanan hanya dalam dua bulan setelah peluncuran beta publiknya pada bulan November.
Saham Alibaba (kode: BABA) ditutup pada perdagangan di Bursa Efek New York di $165,40. Saham tersebut pulih dari posisi terendah baru-baru ini dengan kenaikan pertengahan minggu sebesar 1,7%, sehingga harga naik menjadi $169,90.
Selama setahun terakhir, ADR Alibaba telah naik kuat sekitar 109%. Angka tersebut menunjukkan minat investor Amerika terhadap perusahaan asing, terutama yang bergerak di sektor AI dan e-commerce.
Jangan hanya membaca berita kripto. Pahamilah. Berlangganan newsletter kami. Gratis.

