Cadangan Strategis Bitcoin AS Terhenti di Tengah Komplikasi Hukum Antar Lembaga
Patrick Witt, direktur White House Crypto Council, mengonfirmasi bahwa ketentuan hukum yang tidak jelas sedang menunda US Strategic Bitcoin Reserve. Menurut Witt, Department of Justice dan Office of Legal Counsel sedang menangani isu regulasi yang kompleks. Ia mencatat bahwa proses ini tampaknya sederhana, tetapi melibatkan otoritas lembaga yang tidak jelas.
Presiden Trump menandatangani perintah eksekutif pada Maret 2025 yang membentuk Strategic Bitcoin Reserve dan Digital Asset Stockpile. Perintah tersebut melarang penjualan kepemilikan Bitcoin pemerintah. Penambahan baru hanya dapat dilakukan melalui kasus penyitaan aset, bukan pembelian di pasar terbuka. Pemerintah AS saat ini memegang sekitar 198.000 BTC dari penyitaan penegakan hukum.
Treasury Secretary Scott Bessent mengusulkan strategi akuisisi yang netral anggaran pada Agustus 2025. Metode ini memungkinkan pembelian Bitcoin tanpa meningkatkan defisit federal. Usulan ini membangkitkan harapan untuk pembelian di pasar terbuka melalui konversi aset cadangan. Laporan aset digital Gedung Putih Juli 2025 tidak mencantumkan rencana spesifik perluasan cadangan.
Mengapa Perkembangan Ini Penting
Penundaan hukum berdampak pada jadwal pembentukan Bitcoin sebagai aset cadangan negara. Beberapa lembaga federal harus berkoordinasi dalam pengaturan penyimpanan dan kerangka regulasi. Kepemilikan Bitcoin oleh negara menimbulkan pertanyaan hukum yang belum pernah terjadi sebelumnya tentang klasifikasi aset dan protokol keamanan. Lembaga federal memerlukan protokol kepatuhan untuk berbagai kategori aset digital.
Perintah eksekutif saat ini membatasi pertumbuhan cadangan hanya pada aset yang disita. Pembatasan ini mengecewakan para pendukung Bitcoin yang mengharapkan akumulasi pemerintah yang lebih besar. Kami sebelumnya telah menganalisis bagaimana negara-negara membangun cadangan Bitcoin untuk kedaulatan keuangan dan lindung nilai inflasi. Pendekatan AS berbeda dengan negara lain yang menerapkan strategi akuisisi aktif.
Anggota komunitas Bitcoin mengkritik perintah eksekutif karena tidak memenuhi janji. Bitcoin maksimalis terkemuka, Justin Bechler, menyebut rencana cadangan tersebut tidak realistis. Ia berpendapat bahwa pemerintah tidak menunjukkan niat tulus untuk memperoleh Bitcoin. Kritik ini mencerminkan skeptisisme yang lebih luas terkait komitmen Washington terhadap adopsi cryptocurrency.
Kompetisi Cadangan Global dan Dampak Pasar
Keterlambatan AS terjadi saat negara lain maju dengan strategi cadangan Bitcoin. Data menunjukkan 27 negara kini memegang Bitcoin dalam cadangan mereka. Beberapa negara bagian AS mengesahkan undang-undang Strategic Bitcoin Reserve pada 2025. New Hampshire mengizinkan investasi hingga 5% dana negara dalam Bitcoin. Arizona membentuk cadangan kripto yang didanai oleh aset yang disita dan hadiah staking.
Tantangan koordinasi antar lembaga mengungkap ketegangan antara regulasi keuangan tradisional dan pengelolaan cryptocurrency. Lembaga federal yang terbiasa mengatur pasar kripto kini harus berperan sebagai pemegang. Peran ganda ini menciptakan potensi konflik antara pengawasan regulasi dan tujuan manajemen aset. Pengembangan kerangka hukum akan menjadi preseden bagi partisipasi pemerintah dalam cryptocurrency.
Lembaga keuangan internasional memperhatikan pendekatan AS dengan saksama. Negara dengan mata uang yang tidak stabil melihat cadangan Bitcoin sebagai alat untuk kemandirian keuangan. Negara dengan mata uang fiat yang kuat tetap berhati-hati terhadap risiko volatilitas. Keputusan AS akan mempengaruhi apakah Bitcoin menjadi aset cadangan standar bersama emas dan obligasi Treasury. Para pelopor dapat memperoleh keuntungan diversifikasi dan menarik investasi sebagai pusat inovasi keuangan.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
