Sementara sebagian besar token yang berfokus pada kekayaan intelektual tertinggal selama rebound pasar, Story Protocol [IP] justru melonjak naik.
Token ini naik sekitar 25% dalam 24 jam, menandai performa harian terkuat dalam beberapa minggu terakhir. Pembeli mulai masuk ketika kondisi pasar secara keseluruhan mulai stabil.
Investor Asia memicu lonjakan
Aktivitas perdagangan melonjak seiring dengan kenaikan harga, dengan total volume IP naik sekitar 789% selama reli. Volume perdagangan harian meningkat menjadi $157 juta saat investor secara agresif melakukan pertukaran posisi.
Data menunjukkan trader Asia sebagai kekuatan utama di balik pergerakan ini. Upbit yang berbasis di Korea Selatan menyumbang 45% dari total volume perdagangan, setara dengan $70,8 juta—hampir setengah dari seluruh aktivitas. Sebaliknya, Coinbase yang berbasis di AS hanya mencatat 2,82% volume.
Pemicu pasti di balik meningkatnya minat mendadak dari investor Asia masih belum jelas. Namun, dampaknya terlihat pada kecepatan dan kekuatan kenaikan IP.
Posisi pasar perpetual juga condong secara hati-hati ke arah bullish.
Posisi long sedikit lebih banyak dibandingkan short dalam sehari terakhir, mencerminkan posisi upside yang moderat. Pada saat berita ini ditulis, Rasio Long/Short berada di sekitar 1,00, menandakan keseimbangan daripada keyakinan.
Momentum bertambah, tapi kehati-hatian tetap ada
Meski struktur membaik, indikator teknikal menunjukkan bahwa optimisme mungkin tidak akan berjalan tanpa tantangan.
Pada grafik, IP membentuk pola cup-and-handle, sebuah struktur yang sering dikaitkan dengan kelanjutan tren. Namun, konfirmasi masih belum lengkap.
Indikator Akumulasi/Distribusi (A/D) tetap berada di wilayah negatif, menandakan tekanan jual masih ada. Meskipun angkanya membaik dari sekitar -63,8 juta menjadi mendekati -63,3 juta, distribusi bersih masih berlanjut.
Sementara itu, Money Flow Index (MFI) menunjukkan gambaran yang lebih ekstrem.
Money Flow Index IP naik di atas 90, jauh ke wilayah overbought. Angka seperti ini dalam sejarah biasanya meningkatkan risiko pullback. Ketidakseimbangan tersebut mengisyaratkan bahwa kenaikan baru-baru ini mungkin menghadapi konsolidasi sebelum berlanjut lebih tinggi.
Penjual perpetual semakin memperkuat posisi
Meski volume pasar perpetual sedikit condong ke arah bullish, gambaran pasar perpetual yang lebih luas menunjukkan sikap yang lebih hati-hati.
Open Interest–Weighted Funding Rate, yang melacak apakah trader lebih banyak membuka kontrak long atau short, menunjukkan partisipasi dari sisi jual yang lebih kuat.
Funding Rate positif menunjukkan dominasi penjual, sementara angka negatif menandakan kontrol pembeli. Data pada saat penulisan menunjukkan angka negatif -0,1638, mengonfirmasi bahwa penjual masih memegang kendali di pasar perpetual.
Tekanan jual yang semakin meningkat ini menambah risiko penurunan dan mengisyaratkan bahwa reli IP, meskipun mengesankan, mungkin akan menghadapi resistensi sebelum dapat berlanjut secara berkelanjutan.
Pemikiran Akhir
- Reli Story Protocol [IP] mencerminkan permintaan spot yang kuat, namun posisi derivatif menunjukkan trader tetap berhati-hati.
- Divergensi tersebut dapat membuat volatilitas tetap tinggi saat harga mencari konfirmasi. Apakah pembeli dapat kembali mengambil kendali bisa menentukan langkah IP selanjutnya yang lebih tegas.

