- Prancis melaporkan beberapa upaya penculikan terkait kripto, meningkatkan kekhawatiran keamanan.
- Klaim tentang kebocoran data pajak yang mengaitkan pelaporan dengan kepemilikan kripto memperparah kekhawatiran keselamatan.
- Ancaman yang meningkat bertepatan dengan pembatalan NFT Paris, menyoroti risiko pribadi.
Prancis mencatat lonjakan upaya penculikan terkait kripto dalam beberapa hari terakhir, membuat komunitas aset digital negara tersebut waspada. Pihak berwenang mengonfirmasi setidaknya tiga percobaan penculikan yang terkait dengan kepemilikan cryptocurrency selama periode singkat ini.
Insiden ini muncul setelah adanya laporan tentang seorang pegawai pajak yang membocorkan data aset kripto kepada klien yang tidak diketahui identitasnya. Perkembangan ini bersama-sama telah meningkatkan kekhawatiran serius mengenai keselamatan pribadi bagi pemilik kripto di Prancis.
Pejabat belum secara publik menyebutkan tersangka yang terkait dengan dugaan kebocoran data. Namun, tokoh industri mengaitkan serangan terbaru dengan informasi pajak yang bocor terkait dengan aset kripto yang telah dilaporkan.
Gelombang Penculikan Menargetkan Pemilik Kripto
Prancis telah melaporkan lebih dari 20 kasus penculikan atau serangan kekerasan yang menargetkan profesional kripto dan keluarga mereka sejak Januari 2025. Ketakutan meningkat di seluruh ekosistem Web3 lokal akibat lonjakan terbaru ini.
Pada 6 Januari, penyerang secara paksa menahan seorang wanita di dalam rumahnya di Manosque. Para pelaku menuntut akses ke kepemilikan kripto milik pasangannya. Insiden lain terjadi di hari yang sama di Manosque. Orang bersenjata bertopeng mengikat seorang wanita dan mencuri perangkat USB yang berisi kunci kripto.
Tiga hari kemudian, penyerang menculik seorang insinyur dari rumahnya di Saint-Léger-sous-Cholet. Korban dilaporkan bekerja di bidang teknis yang terkait dengan aset digital. Penyerang juga menargetkan seorang investor cryptocurrency di Verneuil-sur-Seine pada 9 Januari. Para pelaku mengikat dan memukuli investor beserta anggota keluarganya di dalam rumah mereka.
Insiden ini menyusul empat percobaan penculikan yang dilaporkan dalam empat hari pada awal Januari 2026. Para pemimpin industri mengeluarkan peringatan mendesak setelah serangan tersebut. Polisi Prancis telah menggagalkan beberapa rencana. Petugas menyelamatkan seorang profesional kripto asal Swiss di Valence dan menangkap beberapa tersangka dalam penggerebekan terkoordinasi.
Meski tindakan ini sudah diambil, pihak berwenang mengakui banyak pelaku masih berkeliaran. Kasus-kasus ini menarik perhatian pada ancaman keamanan yang terus terjadi terkait kekayaan digital. Para pemimpin industri mengaitkan kemungkinan kebocoran data internal dengan kekerasan tersebut. Mereka menunjuk pada aturan pelaporan pajak kripto yang ketat sebagai titik rawan kebocoran.
Farokh, seorang orang dalam industri kripto, memperingatkan adanya kaitan langsung antara data pajak dan penargetan. Ia mendesak para pembayar pajak kripto di Prancis untuk tetap waspada. “Sekarang sudah ada empat upaya penculikan dalam empat hari,” kata Farokh mengatakan. Ia merujuk pada klaim yang melibatkan pegawai pemerintah yang membocorkan informasi wajib pajak.
Terkait: Prancis Desak Uni Eropa Berikan Kendali Penuh kepada ESMA atas Kripto
Pembatalan NFT Paris Menambah Ketegangan Industri
Penculikan ini bertepatan dengan pembatalan NFT Paris dan RWA Paris 2026 pada 5 Januari. Penyelenggara menyebutkan runtuhnya pasar kripto global dan meningkatnya biaya. Pembatalan ini mengecewakan sponsor dan peserta. Beberapa sponsor melaporkan pengeluaran yang tidak dapat dikembalikan terkait acara tersebut.
Salah satu sponsor membagikan email yang menyebutkan klausul kontrak. Pesan tersebut menyatakan bahwa biaya yang tidak dapat dikembalikan melebihi total kontribusi sponsor. Penyelenggara menjanjikan pengembalian dana untuk semua pemegang tiket. Namun, mereka tidak berkomitmen mengganti kerugian sponsor atas biaya yang sudah dikeluarkan.
Analis pasar seni Arthemort mengaitkan pembatalan dengan kekhawatiran keamanan yang lebih luas. Ia merujuk pada kasus penculikan terkait kripto yang pernah terjadi sepanjang tahun lalu. Sementara penyelenggara menyoroti alasan finansial, orang dalam menyoroti meningkatnya kekhawatiran akan keselamatan. Kekerasan terbaru ini telah memperketat pengawasan terhadap acara publik kripto.
Pakar keamanan telah mengeluarkan panduan praktis. Mereka menyarankan agar tidak mengungkapkan dompet secara publik dan membatasi eksposur online. Mereka juga merekomendasikan penggunaan nama samaran dan memperkuat rutinitas keamanan pribadi. Langkah-langkah ini bertujuan mengurangi visibilitas terhadap calon pelaku kejahatan.
Insiden terbaru menunjukkan bagaimana risiko meningkat seiring kepemilikan cryptocurrency melampaui sekadar perdagangan. Otoritas Prancis terus menyelidiki baik upaya penculikan maupun dugaan kebocoran data. Pejabat belum merilis detail lebih lanjut.
