-
Harga Bitcoin mencapai $97.000 saat para trader bersiap menghadapi lonjakan volatilitas setelah breakout bullish akibat data CPI terbaru
-
Dua peristiwa, putusan Tarif dan keputusan mengenai Clarity Act, dapat menentukan apakah pasar kripto akan melanjutkan reli atau berbalik menjadi tidak stabil
Harga Bitcoin telah menembus konsolidasi dua bulan setelah fase menyamping yang stabil, dengan rilis Core CPI terbaru menjadi pemicu utama pergerakan ini. Breakout ini menghidupkan kembali sentimen bullish dan mengalihkan perhatian pada apakah pasar kripto dan harga BTC dapat membangun kelanjutan di atas kisaran sebelumnya.
Sekarang, para trader bersiap menghadapi gelombang volatilitas baru. Mahkamah Agung AS diperkirakan akan mengumumkan putusan terkait tarif yang diberlakukan selama pemerintahan Presiden Trump, sebuah berita utama yang dapat dengan cepat memengaruhi selera risiko di seluruh pasar. Dengan katalis makro utama yang mendekat, breakout Bitcoin terjadi pada waktu yang sensitif—membuat beberapa sesi berikutnya menjadi krusial untuk mengonfirmasi apakah pergerakan ini berlanjut menjadi tren yang lebih kuat atau hanya lonjakan jangka pendek.
Bagaimana Keputusan Tarif Dapat Mempengaruhi Pasar Kripto dan Harga BTC?
Pasar berada dalam kondisi waspada menjelang keputusan Mahkamah Agung AS terkait tarif global Presiden Donald Trump, sebuah putusan yang dapat memicu volatilitas baru di seluruh aset berisiko. Trump telah memperingatkan bahwa membatalkan tarif dapat merugikan ekonomi AS, sementara banyak investor bersiap agar pengadilan memutuskan menentangnya.
Kripto sebelumnya juga bereaksi tajam terhadap berita utama tarif. Pada awal April 2025, ketika tarif besar-besaran diumumkan, sentimen risiko global terguncang. Harga Bitcoin juga mengalami penurunan tajam karena pasar memperkirakan ketidakpastian yang lebih tinggi dan pertumbuhan yang melambat.
Jika pengadilan memutuskan menentang tarif, hal ini awalnya dapat mendukung Bitcoin dengan mengurangi ketidakpastian kebijakan dan meredakan kekhawatiran inflasi—berpotensi meningkatkan peluang penurunan suku bunga lebih cepat. Namun ada catatan: analis juga memperingatkan bahwa pencabutan tarif tetap dapat mengejutkan pasar tradisional, dan aksi jual tajam di pasar saham dapat berdampak ke kripto dalam jangka pendek.
Jika tarif dipertahankan, pasar bisa bereaksi negatif terhadap ketidakpastian kebijakan perdagangan yang berkepanjangan dan risiko inflasi, sehingga volatilitas tetap tinggi.
Markup Clarity Act Kembali Menyoroti Regulasi Kripto
Selain putusan tarif, para legislator AS juga sedang memproses Digital Asset Market Clarity Act, di mana Senat akan membahas amandemen dan melakukan pemungutan suara selama sesi markup. Jika RUU ini maju, hal ini akan menjadi langkah berarti menuju aturan yang lebih jelas untuk pasar kripto—terutama mengenai bagaimana bursa dan platform diatur serta bagaimana berbagai aset digital diklasifikasikan di bawah pengawasan AS.
Apa artinya ini bagi pasar kripto?
Ini menandakan bahwa latar belakang jangka pendek mungkin tidak sepenuhnya “risk-off”. Kemajuan regulasi dapat mengurangi ketidakpastian, yang sering kali mendukung sentimen, likuiditas, dan alokasi modal jangka panjang ke sektor ini. Meski begitu, klaim seperti “wash trading akan turun 70%–80%” sulit dibuktikan di awal—jadi lebih baik melihatnya sebagai dorongan menuju kepatuhan dan integritas pasar yang lebih kuat, bukan pembersihan instan.
Secara paralel, perintah eksekutif pemerintahan Trump tentang perluasan akses ke aset alternatif dalam rencana 401(k) sudah mengarahkan regulator, termasuk SEC, untuk mencari cara memfasilitasi akses yang lebih luas—berita utama lain yang dapat menjaga ekspektasi bullish tetap hidup jika ada tindak lanjut nyata.
Kesimpulan: Apa yang Diharapkan Selanjutnya
Bitcoin telah merespons secara positif terhadap breakout yang dipicu CPI, tetapi pergerakan selanjutnya kemungkinan akan didorong oleh berita utama, bukan hanya grafik. Trader harus mengantisipasi volatilitas lebih tinggi saat pasar bereaksi terhadap dua perkembangan besar di AS: keputusan Mahkamah Agung terkait tarif dan kemajuan Senat pada Clarity Act.
Reaksi risk-on dapat mendukung dorongan BTC menuju $100.000, terutama jika kejelasan regulasi meningkatkan kepercayaan. Namun, guncangan mendadak pada pasar saham atau respons “sell-the-news” tetap dapat memicu penurunan cepat di seluruh kripto. Titik perhatian utama saat ini adalah tindak lanjut: apakah pembeli terus masuk setelah lonjakan pertama atau pasar berbalik menjadi kisaran tidak stabil yang didorong berita utama.

