Analis teknikal legendaris John Bollinger percaya bahwa Bitcoin (BTC) bisa berada di ambang reli menuju enam digit.
Pada sebuah postingan hari Senin di X (sebelumnya Twitter), pencipta indikator volatilitas Bollinger Bands yang banyak digunakan ini menyebutkan adanya "basis yang hampir sempurna" untuk pasangan BTC/USD.
Menurut Bollinger, aset ini saat ini sedang mengalami "Bollinger Band Squeeze". Ini dikenal sebagai periode volatilitas rendah yang biasanya mendahului pergerakan mendadak dan tajam.
Mata uang kripto terdepan saat ini menunjukkan beberapa tanda breakout.
Tiga target bullish
Bollinger menguraikan level resistensi yang jelas untuk diperhatikan para bull Bitcoin sekarang setelah momentum tampaknya kembali ke tangan mereka.
Target pertama adalah $100.000, sedangkan target kedua adalah $107.000. Sementara itu, target ketiga tidak diketahui menurut Bollinger, yang kemungkinan mengindikasikan bahwa mata uang kripto utama ini dapat menantang rekor tertinggi sepanjang masa yang baru.
Namun, kegagalan untuk mempertahankan momentum ini dan mendorong Bitcoin kembali ke wilayah enam digit bisa saja menyebabkan koreksi yang lebih dalam. "Jika kita gagal di sini, kita kembali ke parit," kata Bollinger memperingatkan.
Volatilitas menurun tajam
Panel bawah pada grafik Bollinger menampilkan indikator "BandWidth", yang mengukur volatilitas.
Garis tersebut baru-baru ini turun ke level terendah beberapa bulan terakhir (ditandai "Squeeze"). Hal ini menunjukkan bahwa pasar telah menyempit dalam rentang yang sangat ketat.
Periode volatilitas rendah yang berkepanjangan sering kali menjadi pertanda ekspansi volatilitas tinggi yang akan datang.
Bitcoin kini telah menembus Bollinger Band atas (garis bergelombang merah di grafik utama). Secara bersamaan, indikator %B di panel tengah, yang melacak harga relatif terhadap band, telah melonjak di atas level 1.0 (ditandai "Breakout"). Ini menunjukkan bahwa memang ada momentum bullish yang cukup kuat.

